Close Menu
Infojelajah.com
  • Pasar
  • Jakarta Kini
  • Wisata
  • Kuliner
  • Entertainment
  • Kisah Inspiratif
  • Foto Jelajah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Phi Phi Island Thailand, Panduan Menjelajahi Surga Tropis Paling Ikonik

21 April 2026 | 15:45

Chiang Mai Thailand, Panduan Wisata Kuil Paling Estetik dan Ikonik

21 April 2026 | 15:20

Lezatnya Mango Sticky Rice Thailand yang Bikin Nagih

21 April 2026 | 14:45
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Infojelajah.com
  • Pasar
  • Jakarta Kini
  • Wisata
  • Kuliner
  • Entertainment
  • Kisah Inspiratif
  • Foto Jelajah
Infojelajah.com
  • Pasar
  • Jakarta Kini
  • Wisata
  • Kuliner
  • Entertainment
  • Kisah Inspiratif
  • Foto Jelajah
Home » Jakarta Kini » DLH DKI Pastikan SPKU di RDF Plant Rorotan Tetap Aktif, Jalani Kalibrasi demi Data Akurat
Jakarta Kini

DLH DKI Pastikan SPKU di RDF Plant Rorotan Tetap Aktif, Jalani Kalibrasi demi Data Akurat

Info JelajahBy Info Jelajah3 Februari 2026 | 09:42
Share Facebook Twitter WhatsApp Telegram Email Copy Link
WhatsApp Image 2026 02 03 at 08.22.08
Share
WhatsApp Facebook Twitter Email Copy Link

Infojelajah - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi DKI Jakarta menegaskan bahwa Sistem Pemantau Kualitas Udara (SPKU) di sekitar fasilitas Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, Cilincing, tidak dimatikan. Rumor yang beredar di masyarakat terkait penghentian alat pemantau kualitas udara dipastikan tidak benar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menjelaskan bahwa SPKU saat ini tengah menjalani uji kolokasi atau kalibrasi lapangan untuk memastikan data kualitas udara dan kebauan yang dihasilkan akurat, presisi, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

WhatsApp Image 2026 02 03 at 08.22.11
sumber foto : DLH DKI Jakarta
WhatsApp Image 2026 02 03 at 08.22.13 1
sumber foto : DLH DKI Jakarta

“Tidak ada pemadaman atau penghentian pemantauan. Yang dilakukan adalah proses kalibrasi lapangan agar sensor membaca kondisi lingkungan secara tepat dan tidak menimbulkan salah tafsir terhadap data mentah,” tegas Asep.

Baca Juga

  • Penangkapan Ikan Sapu-Sapu Diperluas di Jakarta untuk Kendalikan Populasi
  • Promo Tiket TMII 51 Persen Meriahkan HUT ke-51 di Jakarta

Advertisement

Asep menjelaskan, uji kolokasi merupakan tahapan teknis yang lazim dilakukan pada sistem pemantauan kualitas udara, terutama pada teknologi baru. Proses ini dilakukan untuk mengidentifikasi potensi bias sensor akibat karakter lingkungan setempat, termasuk pengaruh wilayah pesisir.

Sejak akhir Desember 2025, DLH telah memasang delapan unit SPKU di sekitar RDF Plant Rorotan. Seluruh SPKU tersebut dilengkapi sensor pemantauan kebauan ambien dengan parameter antara lain amoniak, hidrogen sulfida, metil merkaptan, metil sulfida, dan stirena. Sistem ini menjadi yang pertama di Indonesia yang secara khusus dilengkapi sensor pengukur kebauan ambien.

WhatsApp Image 2026 02 03 at 08.22.07 1
Sumber foto : DLH DKI Jakarta

Dalam proses uji kolokasi, DLH melakukan pengambilan sampel kebauan ambien secara terstandardisasi, kemudian mengujinya di laboratorium terakreditasi. Hasil laboratorium tersebut selanjutnya dibandingkan dengan data pembacaan SPKU untuk penyempurnaan sistem sebelum data ditampilkan secara penuh kepada publik.

Baca Juga

  • Revitalisasi Kota Tua Jakarta Dimulai, Dibagi Jadi Tiga Zona
  • Daftar 103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta 2026/2027, Ini Rinciannya

Advertisement

“Data kebauan tidak bisa dibaca sebagai satu angka tunggal. SPKU berfungsi sebagai  early warning system dan alat membaca tren perubahan kualitas udara dari waktu ke waktu, bukan untuk menarik kesimpulan instan,” jelas Asep.

DLH menilai klarifikasi ini penting untuk meluruskan informasi yang berkembang di ruang publik. Senyawa kebauan tertentu dapat berasal dari berbagai sumber, baik aktivitas darat maupun latar belakang alami pesisir, dengan intensitas yang sangat dipengaruhi kondisi cuaca, terutama pada malam hari.

DLH Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pemantauan kualitas udara secara berkelanjutan, mengevaluasi operasional RDF Plant Rorotan secara bertahap, serta menyampaikan informasi kepada masyarakat secara terbuka dan berbasis data ilmiah.

Baca Juga

  • Target Penangkapan 200 Kg Ikan Sapu-Sapu Jakarta Utara, Populasi Makin Mengkhawatirkan
  • Kuliner Sichuan Otentik di PIK: Cicipi Sate Herbal Kuan Zhai

Advertisement

“Penguatan teknologi dan kehati-hatian lingkungan adalah prinsip utama kami. RDF Plant Rorotan dibangun sebagai solusi pengelolaan sampah yang modern, aman, dan bertanggung jawab bagi Jakarta untuk menghindari krisis pengelolaan sampah seperti di daerah lain,” pungkas Asep.

Baca Juga

  • Kuliner Jakarta Terbaik: Surga Makanan Khas Indonesia
  • DLH DKI Kerahkan 2.859 Petugas Jaga Jakarta Tetap Bersih Selama Libur Lebaran 1447 H

Advertisement

DKI Jakarta Infojelajah infojelajah.com RDF Plant Rorotan Rorotan
Previous ArticleDLH DKI Jakarta Angkut 137 Ton Sampah dari Pesisir Tanggul Laut Muara Baru
Next Article Lisa BLACKPINK Syuting di Kota Tua, Wisata Jakarta

Artikel Terkait

Wisata

Phi Phi Island Thailand, Panduan Menjelajahi Surga Tropis Paling Ikonik

21 April 2026 | 15:45
Wisata

Chiang Mai Thailand, Panduan Wisata Kuil Paling Estetik dan Ikonik

21 April 2026 | 15:20
Kuliner

Lezatnya Mango Sticky Rice Thailand yang Bikin Nagih

21 April 2026 | 14:45
Jakarta Kini

Penangkapan Ikan Sapu-Sapu Diperluas di Jakarta untuk Kendalikan Populasi

20 April 2026 | 21:53
Jakarta Kini

Promo Tiket TMII 51 Persen Meriahkan HUT ke-51 di Jakarta

20 April 2026 | 16:12
Jakarta Kini

Revitalisasi Kota Tua Jakarta Dimulai, Dibagi Jadi Tiga Zona

18 April 2026 | 19:25
Advertisement
Infojelajah
TERPOPULER

Wisata Medis Sanur Bali: Transformasi Menjadi Pusat Kesehatan Dunia

Wisata By samm20 April 2026 | 16:27

Promo Tiket TMII 51 Persen Meriahkan HUT ke-51 di Jakarta

Jakarta Kini By samm20 April 2026 | 16:12

Kuliner Legendaris Solo: Tengkleng dan Nasi Liwet Paling Ikonik

Kuliner By samm20 April 2026 | 18:52

Tips Liburan Aman ke Nepal: Panduan Taklukkan Atap Dunia

Wisata By samm19 April 2026 | 07:07

Penangkapan Ikan Sapu-Sapu Diperluas di Jakarta untuk Kendalikan Populasi

Jakarta Kini By samm20 April 2026 | 21:53

Sejarah Wingko Babat Semarang: Asal-Usul dan Rahasia Kelezatannya

Kuliner By samm20 April 2026 | 15:53

Minuman Herbal Indonesia: Warisan Sehat dari Alam

Kuliner By samm20 April 2026 | 19:19
BACA JUGA
Wisata

Cara Reservasi Pantai Tiga Warna Malang Terbaru April 2026

By samm16 April 2026 | 20:01

Cara Reservasi Pantai Tiga Warna menjadi hal yang wajib dipahami oleh para pelancong yang berencana…

Surganya Batu Akik Jatinegara di Jakarta

15 Februari 2024 | 15:49

Jelajahi Pasar Jembatan Item Jatinegara, Bukan Hanya Sekadar Trift Shop!

4 Februari 2024 | 10:14

Murah Bangat! 15 Ribu Thrifting di Pasar Senen

14 Februari 2024 | 17:20

Berburu Pakaian Bekas Hingga Kulineran ke Pasar Baru

13 Februari 2024 | 20:20

Kisah : 2 Nenek Tinggal Kandang Kambing

14 Februari 2024 | 17:08
Advertisement
Infojelajah
Infojelajah.com Logo
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
© Info Jelajah 2026 | All Rights Reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.