Close Menu
Infojelajah.com
  • Pasar
  • Jakarta Kini
  • Wisata
  • Kuliner
  • Entertainment
  • Kisah Inspiratif
  • Foto Jelajah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Makanan Tinggi Protein Selain Telur dan Milk Tea yang lagi Hits di Jakarta 2026

24 April 2026 | 16:36

Taman Nasional Baluran Menjelajah “Little Africa in Java” di Ujung Timur Jawa

24 April 2026 | 15:03

Cara Naik Pesawat Pertama Kali, Panduan Praktis Full E-Tiket Tanpa Ribet!

24 April 2026 | 14:20
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Infojelajah.com
  • Pasar
  • Jakarta Kini
  • Wisata
  • Kuliner
  • Entertainment
  • Kisah Inspiratif
  • Foto Jelajah
Infojelajah.com
  • Pasar
  • Jakarta Kini
  • Wisata
  • Kuliner
  • Entertainment
  • Kisah Inspiratif
  • Foto Jelajah
Home » Wisata » Taman Nasional Baluran Menjelajah “Little Africa in Java” di Ujung Timur Jawa
Wisata

Taman Nasional Baluran Menjelajah “Little Africa in Java” di Ujung Timur Jawa

Info JelajahBy Info Jelajah24 April 2026 | 15:03
Share Facebook Twitter WhatsApp Telegram Email Copy Link
Screenshot 2026 04 24 144737
Taman Nasional Baluran, Jawa Timur ( foto : indonesia.travel)
Share
WhatsApp Facebook Twitter Email Copy Link

Infojelajah - Taman Nasional Baluran merupakan destinasi wisata alam yang menawarkan pemandangan sangat kontras dibandingkan wilayah hijau lainnya di Pulau Jawa. Terletak di ujung timur, tepatnya di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Taman Nasional Baluran didominasi oleh hamparan padang sabana terbuka yang luas. Di kawasan ini, para pengunjung atau yang akrab disapa Sobat Pesona dapat menyaksikan kehidupan liar secara langsung, mulai dari banteng, rusa, hingga burung merak yang menari dengan ekor indahnya.

Taman Nasional Baluran terletak pada ekosistemnya yang menyerupai daratan Afrika, sehingga sering dijuluki sebagai “Little Africa in Java”.

Dengan luas mencapai 250 km², Taman Nasional Baluran terdiri dari perpaduan hutan dataran rendah, hutan mangrove, dan sekitar 40% wilayahnya merupakan sabana subur. Sabana di Taman Nasional Baluran inilah yang menjadi penyedia makanan utama bagi berbagai satwa liar yang hidup bebas di sana.

Sejarah dan Kondisi Alam yang Unik

Baca Juga

  • Cara Naik Pesawat Pertama Kali, Panduan Praktis Full E-Tiket Tanpa Ribet!
  • Ikon Singapura: Kemegahan Landmark yang Mendunia, Wajib Dikunjungi!

Advertisement

Secara historis, potensi Taman Nasional Baluran pertama kali ditemukan oleh A.H. Loedeboer, seorang pria berkebangsaan Belanda, pada tahun 1937. Pada masa kolonial, kawasan ini ditetapkan sebagai Suaka Margasatwa, sebelum akhirnya pada tahun 1980 pemerintah Indonesia mengukuhkan statusnya menjadi Taman Nasional Baluran. Di tengah kawasan ini, berdiri tegak Gunung Baluran yang sudah tidak aktif, seolah menjaga kelestarian alam sekitarnya yang dipengaruhi oleh angin kering dari timur.

Iklim di Taman Nasional Baluran cenderung kering, dengan masa hujan yang hanya berlangsung sekitar tiga bulan dalam setahun. Puncak musim hujan di Taman Nasional Baluran terjadi pada Desember dan Januari, sementara musim kemarau berlangsung cukup panjang dari April hingga Oktober. Saat kemarau, tanah di Taman Nasional Baluran akan mengering dan air menjadi sangat langka, menciptakan pemandangan eksotis khas padang rumput Afrika yang kecokelatan.

Kekayaan Flora dan Fauna yang Memukau

Baca Juga

  • Rekomendasi Glamping Wonosobo 2026 dengan Pemandangan Terbaik
  • Fenomena Bunga Nemophila Jepang 2026 Jadi Daya Tarik Baru

Advertisement

Taman Nasional Baluran adalah rumah bagi 444 spesies pohon yang luar biasa. Beberapa tanaman khas yang mampu bertahan di kondisi kering Taman Nasional Baluran antara lain widoro bukol, mimba, dan pilang. Selain itu, pohon asam Jawa dan kenari juga banyak tumbuh di sini. Keanekaragaman hayati di Taman Nasional Baluran tetap terjaga meskipun cuaca sedang ekstrem, berkat adaptasi alami tanaman yang ada di dalamnya.

Untuk urusan fauna, Taman Nasional Baluran menjadi habitat bagi 26 spesies mamalia. Maskot utama dari Taman Nasional Baluran adalah Banteng (Bos javanicus), yang hidup berdampingan dengan kerbau liar, ajag, rusa muncak, hingga macan tutul yang langka. Selain mamalia, Taman Nasional Baluran juga menjadi surga bagi 155 jenis burung, termasuk enggang, merak hijau, dan bangau tongtong, menjadikannya lokasi safari yang sangat berharga untuk dikunjungi.

Akses dan Cara Menuju Lokasi

Baca Juga

  • Liburan ke Ipoh, Menjelajahi Pesona Kota Tua
  • Liburan ke Thailand 2026, 5 Destinasi Ikonik di Bangkok Wajib Dikunjungi!

Advertisement

Untuk mengunjungi Taman Nasional Baluran dari Surabaya, perjalanan darat memakan waktu sekitar 6 jam melalui jalur pantai utara (Pantura). Gerbang utama Taman Nasional Baluran berada di Batangan, yang mudah diakses karena terletak di jalur utama penghubung Surabaya menuju Banyuwangi dan Bali. Karena lokasinya yang strategis, banyak wisatawan yang singgah di Taman Nasional Baluran sebelum menyeberang ke Pulau Dewata.

Jika ingin rute yang lebih cepat, tersedia pilihan terbang menuju Banyuwangi lalu berkendara sekitar 35 km menuju gerbang Taman Nasional Baluran. Dari pintu masuk, penggunaan kendaraan yang tangguh seperti SUV sangat disarankan untuk menempuh jarak 15 km menuju pusat sabana Bekol. Menjelajahi setiap sudut Taman Nasional Baluran akan memberikan pengalaman petualangan yang tak terlupakan bagi setiap pecinta alam.

Keberadaan Taman Nasional Baluran menjadi bukti betapa kayanya alam Indonesia yang sangat beragam. Melalui pengelolaan yang berkelanjutan, Taman Nasional Baluran diharapkan terus menjadi benteng pertahanan bagi satwa endemik Jawa agar tidak punah. Setiap kunjungan ke Taman Nasional Baluran adalah bentuk dukungan nyata terhadap pelestarian lingkungan dan edukasi mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.

Baca Juga

  • Nonton Kecak “Glow in The Dark” Pertama di Jakarta, Rayakan HUT TMII ke-51 dengan Sensasi Berbeda!
  • Phi Phi Island Thailand, Panduan Menjelajahi Surga Tropis Paling Ikonik

Advertisement

Yuk, cobain pengalaman safari yang memacu adrenalin dan memanjakan mata! Segera rencanakan perjalanan untuk menyaksikan kemegahan satwa liar dan indahnya padang sabana hanya di Taman Nasional Baluran sekarang juga!

Sumber Informasi: Diolah dari situs resmi indonesia.travel (Kementerian Pariwisata Republik Indonesia).

Baca Juga

  • Chiang Mai Thailand, Panduan Wisata Kuil Paling Estetik dan Ikonik
  • Wisata Medis Sanur Bali: Transformasi Menjadi Pusat Kesehatan Dunia

Advertisement

Destinasi Pariwisata DKI Jakarta Infojelajah infojelajah.com Taman Nasional Baluran
Previous ArticleCara Naik Pesawat Pertama Kali, Panduan Praktis Full E-Tiket Tanpa Ribet!
Next Article Makanan Tinggi Protein Selain Telur dan Milk Tea yang lagi Hits di Jakarta 2026

Artikel Terkait

Wisata

Cara Naik Pesawat Pertama Kali, Panduan Praktis Full E-Tiket Tanpa Ribet!

24 April 2026 | 14:20
Jakarta Kini

Museum Nasional Indonesia, Rayakan HUT ke-248 dengan Tiket Rp2.480!

24 April 2026 | 12:04
Jakarta Kini

Tarif Rp1 Naik Transportasi Umum Jakarta, Hadiah Spesial Hari Transportasi Nasional 2026

24 April 2026 | 10:41
Wisata

Ikon Singapura: Kemegahan Landmark yang Mendunia, Wajib Dikunjungi!

23 April 2026 | 08:46
Wisata

Rekomendasi Glamping Wonosobo 2026 dengan Pemandangan Terbaik

23 April 2026 | 02:18
Wisata

Fenomena Bunga Nemophila Jepang 2026 Jadi Daya Tarik Baru

22 April 2026 | 23:07
Advertisement
Infojelajah
TERPOPULER

Rekomendasi Glamping Wonosobo 2026 dengan Pemandangan Terbaik

Wisata By samm23 April 2026 | 02:18

Taman Nasional Baluran Menjelajah “Little Africa in Java” di Ujung Timur Jawa

Wisata By Info Jelajah24 April 2026 | 15:03

Ikon Singapura: Kemegahan Landmark yang Mendunia, Wajib Dikunjungi!

Wisata By Info Jelajah23 April 2026 | 08:46

Fenomena Bunga Nemophila Jepang 2026 Jadi Daya Tarik Baru

Wisata By samm22 April 2026 | 23:07

Cara Naik Pesawat Pertama Kali, Panduan Praktis Full E-Tiket Tanpa Ribet!

Wisata By Info Jelajah24 April 2026 | 14:20

Update Rating Drama Korea April 2026: Persaingan Makin Sengit

Entertainment By samm22 April 2026 | 21:53

Museum Nasional Indonesia, Rayakan HUT ke-248 dengan Tiket Rp2.480!

Jakarta Kini By Info Jelajah24 April 2026 | 12:04
BACA JUGA
Wisata

Pesona Penangkaran Penyu di Pulau Tidung: Menjaga Keberlanjutan Ekosistem Laut

By samm13 Februari 2024 | 20:15

Explore keindahan penangkaran penyu di Pulau Tidung, sebuah destinasi wisata edukasi yang mempesona, sambil ikut serta dalam pelestarian ekosistem laut.

Tips Snorkeling Pulau Menjangan: Panduan Lengkap di April 2026

13 April 2026 | 05:06

Merajut Asa Reparasi Sepatu Sunan Giri

14 Februari 2024 | 15:53

5 Wisata Kota Tua Jadi Saksi Sejarah Jakarta

15 Februari 2024 | 16:25

7 Tips Aman dan Seru Solo Travel untuk Wanita yang Ingin Menjelajah Indonesia

5 November 2025 | 11:52

Konser BLACKPINK di GBK: 1.500 Personel Dikerahkan, Ini Titik Parkir dan Pintu Masuk

1 November 2025 | 15:20
Advertisement
Infojelajah
Infojelajah.com Logo
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
© Info Jelajah 2026 | All Rights Reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.