Close Menu
Infojelajah.com
  • Pasar
  • Jakarta Kini
  • Wisata
  • Kuliner
  • Entertainment
  • Foto Jelajah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Kolong Fly Over Pasar Rebo, dijadikan Arena Tinju & Skatepark

19 Mei 2026 | 16:36

Sung Kang “Aktor di Film Fast & Furious” Kunjungi Monumen Nasional

17 Mei 2026 | 21:13

Jelajahi Baiq Market Pasaraya Blok M, Koleksi Fashion Lucu dan Harga Terjangkau

17 Mei 2026 | 19:39
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Infojelajah.com
  • Pasar
  • Jakarta Kini
  • Wisata
  • Kuliner
  • Entertainment
  • Foto Jelajah
Infojelajah.com
  • Pasar
  • Jakarta Kini
  • Wisata
  • Kuliner
  • Entertainment
  • Foto Jelajah
Home » Wisata » Taman Nasional Baluran Menjelajah “Little Africa in Java” di Ujung Timur Jawa
Wisata

Taman Nasional Baluran Menjelajah “Little Africa in Java” di Ujung Timur Jawa

Info JelajahBy Info Jelajah24 April 2026 | 15:03
Share Facebook Twitter WhatsApp Telegram Email Copy Link
Taman Nasional Baluran, Jawa Timur ( foto : indonesia.travel)
Taman Nasional Baluran, Jawa Timur ( foto : indonesia.travel)
Share
WhatsApp Facebook Twitter Email Copy Link

Infojelajah - Pulau Jawa dikenal dengan pegunungan hijaunya yang rimbun, namun di ujung timur, terdapat sebuah destinasi yang menawarkan pemandangan sangat kontras. Terletak di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Taman Nasional Baluran hadir dengan pesona padang sabana yang luas, menjadikannya salah satu destinasi wisata alam paling ikonik di Indonesia.

Taman Nasional Baluran memiliki ekosistem yang menyerupai daratan Afrika, sehingga sering dijuluki sebagai “Little Africa in Java”.

Dengan luas mencapai 250 km², taman nasional ini terdiri dari perpaduan hutan dataran rendah, hutan mangrove, dan sekitar 40% wilayahnya merupakan sabana subur yang menjadi rumah bagi berbagai satwa liar yang hidup bebas.

Sejarah dan Kondisi Geografis yang Unik

Secara historis, potensi kawasan ini pertama kali ditemukan oleh A.H. Loedeboer, seorang pria berkebangsaan Belanda, pada tahun 1937. Pada masa kolonial, area tersebut ditetapkan sebagai Suaka Margasatwa sebelum akhirnya pada tahun 1980 pemerintah Indonesia mengukuhkan statusnya sebagai Taman Nasional. Di tengah kawasan, berdiri tegak Gunung Baluran yang sudah tidak aktif, seolah menjaga kelestarian alam sekitarnya yang sangat dipengaruhi oleh angin kering dari arah timur.

Baca Juga

  • Menelusuri Kemegahan Shri Sanathana Dharma Aalayam,Kuil di Jakarta Barat Terbesar di Asia Tenggara
  • Bukit Paniisan Destinasi Trekking Anak Muda untuk Healing di Bogor

Advertisement

Iklim di sini cenderung kering dengan masa hujan yang singkat, hanya sekitar tiga bulan dalam setahun. Puncak musim hujan biasanya terjadi pada Desember dan Januari, sementara musim kemarau berlangsung panjang dari April hingga Oktober. Saat kemarau tiba, tanah akan mengering dan air menjadi langka, menciptakan pemandangan eksotis khas padang rumput kecokelatan yang sangat instagramable.

Kekayaan Flora dan Fauna: Habitat Sang Maskot

Destinasi ini adalah rumah bagi 444 spesies pohon yang luar biasa. Beberapa tanaman khas yang mampu bertahan di kondisi kering antara lain widoro bukol, mimba, dan pilang. Pohon asam Jawa dan kenari juga banyak tumbuh, memberikan perlindungan bagi satwa saat matahari sedang terik.

Untuk urusan fauna, kawasan ini merupakan habitat bagi 26 spesies mamalia. Maskot utamanya adalah Banteng (Bos javanicus), yang hidup berdampingan dengan kerbau liar, ajag (anjing hutan), rusa muncak, hingga macan tutul yang langka. Selain mamalia, Baluran juga menjadi surga bagi 155 jenis burung, termasuk merak hijau yang sering terlihat memamerkan ekor indahnya di pagi hari, enggang, dan bangau tongtong.

Baca Juga

  • Museum Budaya Betawi, Destinasi Edukasi dan Ikonik di Jakarta Selatan
  • Cara Naik Pesawat Pertama Kali, Panduan Praktis Full E-Tiket Tanpa Ribet!

Advertisement

Aktivitas Utama: Dari Sabana Bekol hingga Pantai Bama

Agar kunjungan Anda memberikan pengalaman maksimal, ada beberapa titik yang wajib dieksplorasi:

  1. Sabana Bekol: Ini adalah titik paling ikonik. Dari menara pandang di Bekol, Anda bisa melihat hamparan sabana dengan latar belakang Gunung Baluran. Jika datang di pagi hari, Anda berkesempatan melihat gerombolan rusa dan kerbau yang sedang mencari makan.
  2. Pantai Bama: Terletak sekitar 3 km dari Sabana Bekol, pantai ini menawarkan pasir putih dan hutan mangrove yang asri. Pantai Bama adalah lokasi yang tepat untuk melihat matahari terbit (sunrise) serta mengamati kawanan kera abu-abu di pinggir pantai.
  3. Pengamatan Burung: Bagi pecinta fotografi, Baluran menyediakan banyak spot pengamatan burung yang sangat kaya akan spesies endemik.

Panduan Akses dan Tips Berkunjung

Untuk mencapai lokasi ini dari Surabaya, perjalanan darat memakan waktu sekitar 6 jam melalui jalur Pantura. Gerbang utamanya berada di Batangan, yang terletak tepat di jalur utama penghubung Surabaya menuju Banyuwangi dan Bali.

Jika ingin rute yang lebih cepat, tersedia pilihan terbang menuju Bandara Blimbingsari, Banyuwangi, lalu berkendara sekitar 35 km menuju gerbang masuk. Berikut adalah beberapa tips praktis agar perjalanan Anda lebih nyaman:

Baca Juga

  • 5 Ikon Singapura yang Wajib Dikunjungi untuk Pengalaman Liburan
  • Rekomendasi Glamping Wonosobo 2026 dengan Pemandangan Terbaik

Advertisement

  • Kendaraan: Penggunaan kendaraan yang tangguh seperti SUV sangat disarankan untuk menempuh jalur tanah dari pintu masuk menuju Sabana Bekol (sekitar 15 km).
  • Waktu Terbaik: Datanglah saat musim kemarau (Juli – Agustus) jika ingin mendapatkan vibe Afrika yang maksimal, atau saat musim hujan jika ingin melihat sabana yang menghijau segar.
  • Etika Wisata: Dilarang memberi makan satwa liar dan pastikan membawa kembali sampah Anda. Satwa di sini sangat sensitif terhadap gangguan manusia.
  • Keamanan: Hati-hati saat membawa makanan di area Pantai Bama karena kera di sana cukup agresif dan terbiasa mengambil barang bawaan pengunjung.

Keberadaan Taman Nasional Baluran adalah bukti nyata kekayaan alam Indonesia yang luar biasa beragam. Melalui pengelolaan berkelanjutan, kawasan ini diharapkan terus menjadi benteng pertahanan bagi satwa endemik Jawa agar tidak punah. Setiap kunjungan Anda adalah bentuk dukungan terhadap pelestarian lingkungan dan edukasi mengenai pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem.

Segera rencanakan perjalanan safari Anda dan saksikan sendiri kemegahan satwa liar di tanah Jawa. Selamat berpetualang!

Sumber Informasi: Diolah dari situs resmi indonesia.travel (Kementerian Pariwisata Republik Indonesia).

Baca Juga

  • Fenomena Bunga Nemophila Jepang 2026 Jadi Daya Tarik Baru
  • Liburan ke Ipoh, Menjelajahi Pesona Kota Tua

Advertisement

Destinasi Pariwisata DKI Jakarta Infojelajah infojelajah.com Taman Nasional Baluran
Previous ArticleCara Naik Pesawat Pertama Kali, Panduan Praktis Full E-Tiket Tanpa Ribet!
Next Article Makanan Tinggi Protein Selain Telur dan Milk Tea yang lagi Hits di Jakarta 2026

Artikel Terkait

Jakarta Kini

Kolong Fly Over Pasar Rebo, dijadikan Arena Tinju & Skatepark

19 Mei 2026 | 16:36
Entertainment

Sung Kang “Aktor di Film Fast & Furious” Kunjungi Monumen Nasional

17 Mei 2026 | 21:13
Entertainment

Jelajahi Baiq Market Pasaraya Blok M, Koleksi Fashion Lucu dan Harga Terjangkau

17 Mei 2026 | 19:39
Pasar

Jelajahi Pasar Santa: Hub Kaos Vintage, Piringan Hitam, dan Koleksi Aksesoris Unik di Jakarta

17 Mei 2026 | 18:30
Kuliner

Gelora Bakery Jatinegara Sejak Tahun 1980an “Roti jadul” Tetap Jaga Eksistensi Hingga Saat Ini

13 Mei 2026 | 10:11
Jakarta Kini

Jakarta Pilih Sampah: Pengelolaan Limbah dari Rumah Warga DKI Jakarta

11 Mei 2026 | 11:48
Advertisement
Infojelajah
TERPOPULER

Jelajahi Baiq Market Pasaraya Blok M, Koleksi Fashion Lucu dan Harga Terjangkau

Entertainment By Info Jelajah17 Mei 2026 | 19:39

Pasar Poncol Arena Berburu Barang Loak

Pasar By Info Jelajah2 Mei 2024 | 11:54

Kolong Fly Over Pasar Rebo, dijadikan Arena Tinju & Skatepark

Jakarta Kini By Info Jelajah19 Mei 2026 | 16:36

Sung Kang “Aktor di Film Fast & Furious” Kunjungi Monumen Nasional

Entertainment By Info Jelajah17 Mei 2026 | 21:13

Jelajahi Pasar Santa: Hub Kaos Vintage, Piringan Hitam, dan Koleksi Aksesoris Unik di Jakarta

Pasar By Info Jelajah17 Mei 2026 | 18:30

Gelora Bakery Jatinegara Sejak Tahun 1980an “Roti jadul” Tetap Jaga Eksistensi Hingga Saat Ini

Kuliner By Info Jelajah13 Mei 2026 | 10:11

Jakarta Pilih Sampah: Pengelolaan Limbah dari Rumah Warga DKI Jakarta

Jakarta Kini By Info Jelajah11 Mei 2026 | 11:48
BACA JUGA
Wisata

BKT Duren Sawit: Destinasi Wisata dan Ramah Anak di Jakarta Timur

By Info Jelajah14 Februari 2024 | 16:30

Banjir Kanal Timur, yang dikenal dengan sebutan BKT, dulunya hanya merupakan lahan terlantar, terlupakan oleh…

Kulineran di Jalan Sabang, Jakarta Pusat Banyak Pilihan!

29 April 2026 | 15:13

Penjahit Jatinegara: Kompleksitas Perjuangan Dalam Mengejar Rezeki

13 Februari 2024 | 17:10

Merajut Asa Reparasi Sepatu Sunan Giri

14 Februari 2024 | 15:53

Wisata Kota Tua, Melihat Saksi Bisu Sejarah Jakarta

13 Februari 2024 | 20:38

Lezatnya Mango Sticky Rice Thailand yang Bikin Nagih

21 April 2026 | 14:45
Advertisement
Infojelajah
Infojelajah.com Logo
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
© Info Jelajah 2026 | All Rights Reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.