Infojelajah - Jakarta Pusat selalu memiliki daya tarik tersendiri bagi para pemburu rasa. Di tengah kepungan gedung pencakar langit dan hiruk-pikuk perkantoran, terselip sebuah ruas jalan yang seolah tidak pernah tidur. Kawasan Jalan Sabang, yang secara resmi bernama Jalan H. Agus Salim, telah lama menjadi agenda wajib bagi siapa saja yang ingin merasakan denyut nadi kehidupan Jakarta melalui lidah.
Kulineran di Jalan Sabang Jakarta Pusat berikan pengalaman menarik dan menyenangkan untuk pecinta jalan jalan banget lohh.
Destinasi ini menawarkan perpaduan unik antara deretan kedai legendaris yang sudah bertahan puluhan tahun, tenda pinggir jalan yang merakyat, hingga kafe modern dengan konsep estetik. Bau aroma sate yang dibakar di atas arang hingga uap panas dari mangkuk bakmi lintas generasi menjadi sambutan hangat bagi setiap pengunjung yang datang.


Menjelajahi Cita Rasa Nusantara yang Autentik
Baca Juga
Advertisement
Salah satu magnet utama saat melakukan kulineran di Jalan Sabang Jakarta Pusat adalah keberagaman menu tradisionalnya. Bagi penyuka hidangan berkuah, Nasi Gandul Khas Pati menjadi pemberhentian yang sempurna. Dengan kuah santan gurih yang kaya rempah dan pilihan lauk seperti lidah atau daging sapi, hidangan ini memberikan kehangatan di tengah sejuknya angin malam Jakarta. Tempatnya yang kompak memberikan suasana makan yang intim dan bersahaja.
Tak jauh dari sana, pencari kesegaran bisa mampir ke Warung Soto Ceker & Ranjau Pak Gendut. Kedai ini sangat populer karena kuahnya yang kuning segar dan tekstur ceker yang sangat empuk hingga lepas dari tulangnya. Jika menginginkan variasi soto lainnya, Soto Banjar Bang Suhai juga hadir menawarkan cita rasa Kalimantan yang autentik, lengkap dengan perkedel dan telur bebek yang gurih.
Legenda Bakmi dan Hidangan Oriental
Baca Juga
Advertisement
Bagi pencinta mie, kulineran di Jalan Sabang Jakarta Pusat belum lengkap tanpa mencicipi Bakmi Roxy Sabang. Mie dengan tekstur kenyal dan taburan ayam yang melimpah ini sudah lama menjadi favorit. Selain bakmi, Claypot Popo menawarkan konsep unik dengan menyajikan nasi atau mie di atas pot tanah liat panas. Menu “Claypot Siram Telur Mentah” menjadi salah satu primadona yang sering seliweran di media sosial karena tampilannya yang menggoda dan rasanya yang klasik.
Kafe dan Tempat Nongkrong Ikonik
Setelah puas menyantap hidangan berat, waktu santai saat kulineran di Jalan Sabang Jakarta Pusat bisa dilanjutkan dengan menyesap kopi. Sabang 16 Kopi & Srikaya adalah ikon yang tidak boleh dilewatkan. Kedai mungil ini terkenal dengan roti bakar srikaya yang memiliki tekstur lembut dengan selai yang wangi. Suasananya yang kuno membawa pengunjung kembali ke era Jakarta tempo dulu.
Baca Juga
Advertisement
Bagi yang mencari tempat yang lebih modern namun tetap dengan sentuhan lokal, Kopi Ko Acung adalah pilihan tepat. Tempat ini menawarkan suasana coffee shop yang nyaman untuk berlama-lama, dengan pilihan menu camilan tradisional yang dipadukan dengan kopi berkualitas tinggi. Kulineran di Jalan Sabang Jakarta Pusat memang memberikan banyak pilihan, mulai dari gaya street food hingga tempat duduk nyaman yang cocok untuk berbincang santai.

Suasana Malam dan Sate Legendaris
Semakin malam, atmosfer kulineran di kawasan ini justru semakin meriah. Asap putih mulai mengepul dari lapak-lapak sate pinggir jalan. Satay Booth Pak Heri Original adalah salah satu yang paling dicari. Potongan daging ayam atau kambing yang besar dengan bumbu kacang yang kental menjadi alasan mengapa antrean selalu mengular. Sensasi makan di pinggir jalan, diiringi suara kendaraan dan lalu-lalang manusia, adalah inti dari pengalaman otentik di sini.
Baca Juga
Advertisement
Banyak juga spot tempat makanan lainnya yang menawarkan menu kafe atau sekadar tempat duduk terbuka untuk menikmati suasana kota. Mulai dari sore hingga dini hari, deretan pedagang kaki lima akan memenuhi trotoar, menawarkan segalanya mulai dari martabak, nasi goreng, hingga buah-buahan segar.
Tips Menikmati Jalan Sabang
Agar pengalaman Anda maksimal, ada beberapa hal teknis yang perlu diperhatikan:
Baca Juga
Advertisement
Eksplorasi Gang: Jangan ragu untuk masuk ke gang-gang kecil di sisi Jalan Sabang, karena seringkali terdapat kedai kopi atau warung makan tersembunyi (hidden gem) yang harganya lebih terjangkau.
Transportasi & Parkir: Mengingat ruas jalan ini cukup sempit dan lahan parkir terbatas (terutama untuk mobil), sangat disarankan menggunakan transportasi umum. Anda bisa turun di Stasiun Gondangdia lalu berjalan kaki atau menggunakan TransJakarta koridor yang melewati area Sarinah.
Waktu Berkunjung: Waktu terbaik adalah mulai pukul 18.30 WIB, saat lapak tenda pinggir jalan sudah mulai lengkap dibuka.
Baca Juga
Advertisement
Metode Pembayaran: Meskipun banyak yang sudah menerima QRIS, sebaiknya tetap siapkan uang tunai kecil untuk membayar parkir atau jajanan kaki lima tertentu.
Baca Juga
Advertisement
