Close Menu
Infojelajah.com
  • Pasar
  • Jakarta Kini
  • Wisata
  • Kuliner
  • Entertainment
  • Foto Jelajah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Jakarta Pilih Sampah: Pengelolaan Limbah dari Rumah Warga DKI Jakarta

11 Mei 2026 | 11:48

Pasar Tanah Abang, Pusat Grosir Terbesar Se-Asia Tenggara

8 Mei 2026 | 12:10

Aumont Kofie Salah Satu Tempat Nongkrong di Menteng, Jakarta Pusat

8 Mei 2026 | 09:35
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Infojelajah.com
  • Pasar
  • Jakarta Kini
  • Wisata
  • Kuliner
  • Entertainment
  • Foto Jelajah
Infojelajah.com
  • Pasar
  • Jakarta Kini
  • Wisata
  • Kuliner
  • Entertainment
  • Foto Jelajah
Home » Jakarta Kini » Jakarta Pilih Sampah: Pengelolaan Limbah dari Rumah Warga DKI Jakarta
Jakarta Kini

Jakarta Pilih Sampah: Pengelolaan Limbah dari Rumah Warga DKI Jakarta

Info JelajahBy Info Jelajah11 Mei 2026 | 11:48
Share Facebook Twitter WhatsApp Telegram Email Copy Link
people taking community action
Ilustrasi Pilih Sampah (Foto: Magnitic)
Share
WhatsApp Facebook Twitter Email Copy Link

Infojelajah - Jakarta kembali mengambil langkah baik dalam menangani persoalan klasik ibu kota: sampah. Melalui gerakan “Jakarta Pilih Sampah” yang baru saja dicanangkan secara resmi oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, paradigma pengelolaan limbah di Jakarta kini bergeser, jika selama ini beban pengelolaan sampah berada di hilir, kini titik beratnya ditarik ke hulu, yakni di tangan setiap individu warga Jakarta.

Pencanangan ini bukan sekadar seremoni belaka, melainkan respons darurat atas kapasitas Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang semakin kritis. Dengan volume sampah Jakarta yang mencapai 7.500 hingga 8.000 ton per hari, ibu kota tidak lagi bisa mengandalkan metode “angkut-buang”.

Urgensi di Balik Gerakan Jakarta Pilih Sampah

Data dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta menunjukkan bahwa lebih dari 60% sampah yang masuk ke pembuangan akhir didominasi oleh sampah rumah tangga. Dari jumlah tersebut, sebagian besar merupakan sampah organik dan material yang sebenarnya masih memiliki nilai ekonomi jika dipilah dengan benar.

Baca Juga

  • Progres Hunian Baru Warga Bantaran Rel Pasar Senen Dikebut
  • DKPKP DKI Jakarta Jelaskan Perbedaan Siomai Ikan Sapu Sapu dan Tenggiri yang Perlu Diketahui

Advertisement

Gerakan Jakarta Pilih Sampah hadir sebagai payung besar bagi warga untuk mulai memisahkan sampah ke dalam tiga kategori utama:

  1. Sampah Organik: Sisa makanan, dedaunan, dan limbah dapur.
  2. Sampah Anorganik: Plastik, kertas, logam, dan botol kaca.
  3. Sampah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun): Baterai bekas, lampu neon, dan limbah elektronik.

Pemilahan ini adalah kunci untuk memperpanjang napas lingkungan hidup Jakarta. Tanpa pemilahan di tingkat rumah tangga, proses daur ulang menjadi hampir mustahil dilakukan secara efisien.

Struktur Pengelolaan: Dari Rumah hingga ke Industri Daur Ulang

Salah satu pembeda utama gerakan kali ini dibandingkan kampanye sebelumnya adalah penguatan struktur di lapangan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah mengaktifkan kembali peran Bidang Pengelolaan Sampah (BPS) di tingkat RW.

Baca Juga

  • Program 1000 Pramudi Mikrotrans Berdaya Tahap 2 Dibuka!
  • Museum Nasional Indonesia, Rayakan HUT ke-248 dengan Tiket Rp2.480!

Advertisement

  • Jadwal Pengangkutan Teratur: DLH DKI Jakarta mulai menerapkan jadwal pengangkutan sampah berdasarkan jenisnya. Misalnya, sampah anorganik diangkut pada hari-hari tertentu untuk langsung disalurkan ke Bank Sampah terdekat.
  • Optimalisasi Bank Sampah: Saat ini, ribuan Bank Sampah yang tersebar di wilayah Jakarta Pusat, Selatan, Barat, Utara, hingga Timur menjadi garda terdepan untuk menampung sampah yang telah dipilah warga. Sampah yang masuk ke sini tidak lagi berakhir di Bantargebang, melainkan diputar kembali menjadi bahan baku industri daur ulang.

Mengapa Gerakan Ini Harus Berhasil?

Berdasarkan pemberitaan terkini dan laporan teknis Pemprov DKI Jakarta, terdapat fakta-fakta kuat yang mendasari pentingnya gerakan ini:

  • Beban Bantargebang: Ketinggian tumpukan sampah di Bantargebang sudah mencapai batas maksimal (setara gedung belasan lantai). Tanpa pengurangan sampah dari sumbernya, Jakarta terancam mengalami krisis ruang pembuangan dalam waktu dekat.
  • Nilai Ekonomi: Potensi ekonomi dari sampah plastik dan kertas yang terpilah di Jakarta diperkirakan mencapai miliaran rupiah per tahun. Gerakan ini mendorong ekonomi sirkular di mana warga bisa mendapatkan insentif melalui tabungan Bank Sampah.
  • Pengurangan Gas Metana: Sampah organik yang tidak dipilah dan membusuk di TPA menghasilkan gas metana, salah satu pemicu pemanasan global. Dengan memilah sampah organik untuk dijadikan kompos di rumah atau di tingkat RW, warga turut berkontribusi menurunkan emisi karbon Jakarta.

Tips Memulai “Jakarta Pilih Sampah” di Rumah

Bagi warga yang ingin mulai berkontribusi dalam gerakan ini, langkah-langkahnya sebenarnya sangat sederhana namun berdampak besar:

  1. Sediakan Wadah Terpisah: Gunakan minimal dua tempat sampah di dapur; satu untuk sisa makanan (organik) dan satu untuk kemasan plastik/kertas (anorganik).
  2. Bersihkan Sampah Anorganik: Sebelum dimasukkan ke kantong sampah, pastikan botol plastik atau wadah sisa makanan dicuci atau dibilas sedikit agar tidak bau dan tidak mengotori material lainnya.
  3. Manfaatkan Komposter: Jika memiliki lahan kecil, sampah organik bisa diolah menjadi pupuk cair atau kompos menggunakan ember komposter sederhana.
  4. Cari Bank Sampah Terdekat: Gunakan aplikasi atau tanyakan kepada pengurus RT/RW mengenai lokasi Bank Sampah terdekat untuk menyetorkan sampah anorganik Anda.

Tantangan dan Harapan Masa Depan

Tentu saja, mengubah budaya membuang sampah tidaklah mudah. Tantangan terbesar dalam gerakan Jakarta Pilih Sampah adalah konsistensi masyarakat dan kesiapan infrastruktur pengangkutan yang harus benar-benar terpilah hingga ke TPA.

Baca Juga

  • Tarif Rp1 Naik Transportasi Umum Jakarta, Hadiah Spesial Hari Transportasi Nasional 2026
  • Night at Ragunan Berikan Pengalaman Melihat Satwa dan Olahraga Malam di Jakarta Selatan

Advertisement

Pemerintah berkomitmen untuk tidak mencampur kembali sampah yang sudah dipilah warga saat pengangkutan menggunakan truk sampah. Selain itu, penegakan aturan mengenai kewajiban pemilahan sampah di lingkungan permukiman dan perkantoran akan terus ditingkatkan secara bertahap.

Gerakan Jakarta Pilih Sampah bukan hanya tentang kebersihan, melainkan tentang keberlangsungan hidup ibu kota. Dengan memilah sampah dari rumah, kita tidak hanya mengurangi beban bumi, tetapi juga membangun budaya disiplin dan kepedulian sosial.

Pemerintah sudah menyediakan sistem, gubernur sudah mencanangkan arahannya, sekarang saatnya kita sebagai warga Jakarta mengambil bagian. Mari jadikan “Pilih Sampah” sebagai identitas baru warga Jakarta yang modern, sadar lingkungan, dan bertanggung jawab. Karena Jakarta yang bersih dimulai dari satu pilihan kecil di dapur Anda hari ini.

Baca Juga

  • Water Station, Solusi Lepas Dahaga di Transjakarta dan Ruang Publik di Jakarta
  • Nonton Kecak “Glow in The Dark” Pertama di Jakarta, Rayakan HUT TMII ke-51 dengan Sensasi Berbeda!

Advertisement

DKI Jakarta Infojelajah infojelajah.com Jakarta Pilih Sampah
Previous ArticlePasar Tanah Abang, Pusat Grosir Terbesar Se-Asia Tenggara

Artikel Terkait

Pasar

Pasar Tanah Abang, Pusat Grosir Terbesar Se-Asia Tenggara

8 Mei 2026 | 12:10
Kuliner

Aumont Kofie Salah Satu Tempat Nongkrong di Menteng, Jakarta Pusat

8 Mei 2026 | 09:35
Kuliner

Cafe di BKT, 5 Rekomendasi Alternatif Tempat Nongkrong di Jakarta Timur

6 Mei 2026 | 16:11
Wisata

Menelusuri Kemegahan Shri Sanathana Dharma Aalayam,Kuil di Jakarta Barat Terbesar di Asia Tenggara

6 Mei 2026 | 14:46
Pasar

Pasar Thrifting di Bandung Wajib dikunjungi!

6 Mei 2026 | 14:05
Kuliner

Renyah dan Manis, Menikmati Cempedak Goreng di Glodok

4 Mei 2026 | 17:03
Advertisement
Infojelajah
TERPOPULER

Pasar Tanah Abang, Pusat Grosir Terbesar Se-Asia Tenggara

Pasar By Info Jelajah8 Mei 2026 | 12:10

Menelusuri Kemegahan Shri Sanathana Dharma Aalayam,Kuil di Jakarta Barat Terbesar di Asia Tenggara

Wisata By Info Jelajah6 Mei 2026 | 14:46

Renyah dan Manis, Menikmati Cempedak Goreng di Glodok

Kuliner By Info Jelajah4 Mei 2026 | 17:03

Kulineran di Klender Jadi Tren Baru Ada Kedai Makanan dan Tempat Nongkrong Kekinian

Kuliner By Info Jelajah3 Mei 2026 | 17:43

Cafe Tuan Tanah Jatinegara Cocok Tempat Nongkrong

Foto Jelajah By Info Jelajah1 Mei 2026 | 19:27

Progres Hunian Baru Warga Bantaran Rel Pasar Senen Dikebut

Jakarta Kini By samm25 April 2026 | 21:06

Jakarta Pilih Sampah: Pengelolaan Limbah dari Rumah Warga DKI Jakarta

Jakarta Kini By Info Jelajah11 Mei 2026 | 11:48
BACA JUGA
Wisata

Melihat Aurora Borealis 2026: Ini Waktu dan Lokasi Terbaiknya, Jangan Sampai Gagal!

By samm9 April 2026 | 20:49

Bagi para traveler, melihat aurora borealis 2026 atau cahaya utara menjadi salah satu pengalaman yang…

DLH DKI Jakarta Angkut 137 Ton Sampah dari Pesisir Tanggul Laut Muara Baru

19 Januari 2026 | 14:32

Liburan ke Thailand 2026, 5 Destinasi Ikonik di Bangkok Wajib Dikunjungi!

22 April 2026 | 13:26

Sinopsis Luka Makan Cinta Netflix: Drama Kuliner Penuh Emosi

18 April 2026 | 04:12

JELAJAHI 4 AKTIVITAS SERU DI JATINEGARA : DARI PASAR HEWAN, PASAR LOAK, THRIFTING & BATU AKIK

20 Oktober 2025 | 02:15

Rating Drama Korea Terbaru: IU dan Byeon Woo-Seok Rajai TV

16 April 2026 | 06:07
Advertisement
Infojelajah
Infojelajah.com Logo
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
© Info Jelajah 2026 | All Rights Reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.