Infojelajah - Masyarakat diminta lebih waspada dalam memilih makanan, terutama produk olahan seperti siomai. Pasalnya, siomai ikan sapu sapu memiliki perbedaan mencolok dibandingkan siomai berbahan ikan tenggiri yang umum dikonsumsi.
Pemerintah melalui Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta mengungkap bahwa perbedaan tersebut tidak hanya terlihat dari tampilan dan rasa, tetapi juga dari sisi keamanan pangan. Oleh karena itu, penting bagi konsumen untuk lebih jeli sebelum membeli.
Ciri Siomai Ikan Tenggiri yang Aman Dikonsumsi
Sebagai perbandingan, siomai ikan tenggiri dikenal memiliki kualitas yang lebih baik. Warna siomai cenderung cerah dan menggugah selera, sementara aromanya tidak menyengat.
Baca Juga
Advertisement
Selain itu, tekstur siomai dari ikan tenggiri biasanya lembut dan kenyal. Hal ini menunjukkan penggunaan bahan baku yang segar dan berkualitas. Dengan demikian, siomai jenis ini relatif aman dikonsumsi jika diproduksi secara higienis.
Tidak hanya itu, harga siomai berbahan tenggiri umumnya stabil dan sesuai dengan kualitas bahan yang digunakan. Oleh sebab itu, konsumen bisa menjadikannya sebagai indikator awal saat membeli.
Ciri Siomai Ikan Sapu Sapu yang Perlu Diwaspadai
Sebaliknya, ciri siomai berbahaya yang diduga menggunakan ikan sapu-sapu cukup mudah dikenali. Warna siomai biasanya tampak lebih gelap dan kusam, tidak segar seperti siomai pada umumnya.
Baca Juga
Advertisement
Selain itu, aroma yang dihasilkan cenderung amis kuat, bahkan menyerupai bau lumpur. Dari segi tekstur, siomai ini terasa lebih keras dan tidak lembut saat digigit.
Menariknya, harga siomai jenis ini sering kali jauh lebih murah dari pasaran. Meskipun terlihat menguntungkan, kondisi tersebut justru patut dicurigai karena bisa jadi menggunakan bahan baku yang tidak layak konsumsi.
Bahaya Ikan Sapu Sapu bagi Kesehatan
Lebih lanjut, bahaya ikan sapu sapu tidak bisa dianggap sepele. Berdasarkan hasil uji laboratorium, ikan ini diketahui mengandung logam berat seperti timbal (Pb) yang melebihi ambang batas aman.
Baca Juga
Advertisement
Selain itu, ditemukan pula kontaminasi bakteri berbahaya seperti E. coli dan Salmonella. Kondisi ini tentu meningkatkan risiko gangguan kesehatan jika dikonsumsi.
Paparan logam berat, misalnya, dapat menyebabkan gangguan saraf, kerusakan ginjal, hingga masalah pertumbuhan pada anak. Sementara itu, infeksi bakteri bisa memicu diare, mual, muntah, bahkan dehidrasi.
Dengan demikian, konsumsi siomai berbahan ikan sapu-sapu sangat tidak dianjurkan.
Baca Juga
Advertisement
Penyebab Ikan Sapu Sapu Berbahaya untuk Dikonsumsi
Salah satu alasan utama mengapa keamanan pangan siomai dari ikan sapu-sapu menjadi perhatian adalah habitatnya. Ikan ini banyak ditemukan di perairan tercemar, seperti sungai di wilayah perkotaan.
Sebagai contoh, kualitas air di beberapa sungai menunjukkan kandungan logam berat seperti timbal, merkuri, dan kadmium yang cukup tinggi. Akibatnya, ikan yang hidup di lingkungan tersebut berpotensi menyerap zat berbahaya.
Oleh karena itu, penggunaan ikan sapu-sapu sebagai bahan makanan sangat berisiko bagi kesehatan manusia.
Baca Juga
Advertisement
Tips Memilih Siomai Aman dan Berkualitas
Agar terhindar dari risiko, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan saat memilih siomai. Pertama, perhatikan warna dan aroma makanan. Pilih siomai yang terlihat segar dan tidak berbau menyengat.
Selanjutnya, pastikan membeli produk dari penjual terpercaya yang memiliki izin resmi seperti PIRT atau sertifikasi dari BPOM. Selain itu, label halal juga bisa menjadi indikator tambahan.
Tidak kalah penting, hindari tergiur harga murah yang tidak wajar. Sebab, kualitas bahan biasanya sebanding dengan harga yang ditawarkan.
Baca Juga
Advertisement
Pentingnya Kesadaran Konsumen terhadap Keamanan Pangan
Secara keseluruhan, perbedaan antara siomai ikan sapu sapu dan siomai tenggiri menjadi pengingat penting bagi masyarakat. Konsumen perlu lebih teliti dalam memilih makanan demi menjaga kesehatan.
Di sisi lain, pemerintah juga terus melakukan pembinaan terhadap pelaku usaha agar produk yang beredar aman dikonsumsi. Dengan adanya kerja sama antara produsen dan konsumen, diharapkan kualitas pangan dapat terus terjaga.
Akhirnya, memilih makanan yang aman bukan hanya soal selera, tetapi juga investasi jangka panjang bagi kesehatan tubuh.
Baca Juga
Advertisement
