Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta mengerahkan 2.859 petugas kebersihan untuk memastikan Jakarta tetap bersih selama periode malam takbiran, Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, hingga masa libur Lebaran. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi peningkatan aktivitas masyarakat serta potensi lonjakan volume sampah di berbagai titik kota.
Para petugas disiagakan di lokasi-lokasi strategis, mulai dari Tempat Penampungan Sementara (TPS), kawasan wisata, hingga area publik yang diperkirakan akan dipadati warga selama perayaan Idul Fitri dan masa libur Lebaran.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan selain menyiagakan personel, DLH juga mengoperasikan berbagai sarana pendukung kebersihan modern. Di antaranya:
- 89 unit kendaraan penyapu jalan otomatis (road sweeper).
- 30 unit bus toilet.
- 35 unit toilet portable.
“Kami menyiapkan sekitar 70 petugas kebersihan di setiap kecamatan. Secara keseluruhan, lebih dari 2.859 personel akan bertugas di berbagai wilayah Jakarta mulai malam takbiran, Hari Raya Idul Fitri, hingga masa libur Lebaran,” ujar Asep.

Fokus Kebersihan di Titik Wisata dan Pengosongan TPS
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, DLH akan memaksimalkan pengangkutan sampah untuk mengosongkan TPS. Pada hari H, pembersihan jalan dilakukan secara manual maupun menggunakan road sweeper.
Sementara selama masa libur Lebaran, fokus kebersihan akan diarahkan ke kawasan wisata yang diperkirakan ramai dikunjungi masyarakat, seperti Monas, Kota Tua, Ragunan, hingga Ancol. DLH juga memastikan operasional TPST Bantargebang dan RDF Plant tetap berjalan normal guna menjaga kelancaran pengelolaan sampah Jakarta.
Untuk mendukung kenyamanan masyarakat, fasilitas sanitasi seperti toilet portable dan bus toilet juga disiagakan di Tempat Pemakaman Umum (TPU), posko mudik, hingga Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).
Kampanye Gerakan Mudik Minim Sampah
Selain menjaga kebersihan kota, DLH juga menyiagakan personel di area transportasi publik seperti stasiun, terminal, dan pelabuhan. Upaya ini menjadi bagian dari kampanye nasional “Mudik Minim Sampah” yang bertujuan mengajak masyarakat lebih peduli terhadap pengurangan sampah selama perjalanan.
“Program Mudik Minim Sampah merupakan ajakan kepada seluruh masyarakat untuk bersama-sama menekan timbulan sampah yang biasanya meningkat selama periode mudik Lebaran,” kata Asep.
DLH bersinergi dengan pengelola moda transportasi untuk memastikan pengangkutan sampah dilakukan secara rutin.
“Menjelang mudik Lebaran, mari bersama-sama membangun kesadaran untuk mengurangi sampah selama perjalanan. Kita rayakan Idul Fitri dengan penuh kebahagiaan tanpa meninggalkan sampah yang berlebihan,” tutupnya.
