Close Menu
Infojelajah.com
  • Pasar
  • Wisata
  • Jakarta Kini
  • Entertainment
  • Kisah Inspiratif
  • Foto Jelajah

Subscribe to Updates

Get the latest creative news from FooBar about art, design and business.

What's Hot

Tips Liburan Aman ke Nepal: Panduan Taklukkan Atap Dunia

19 April 2026 | 07:07

Itinerary Malang Batu 4 Hari: Panduan Rute Viral 2026

19 April 2026 | 07:00

Panduan Wisata Dieng 2026: Harga Tiket dan Rute Tol Terbaru

19 April 2026 | 06:26
Facebook X (Twitter) Instagram
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest Vimeo
Infojelajah.com
  • Pasar
  • Wisata
  • Jakarta Kini
  • Entertainment
  • Kisah Inspiratif
  • Foto Jelajah
Infojelajah.com
  • Pasar
  • Wisata
  • Jakarta Kini
  • Entertainment
  • Kisah Inspiratif
  • Foto Jelajah
Home » Jakarta Kini » Revitalisasi Kota Tua Jakarta Dimulai, Dibagi Jadi Tiga Zona
Jakarta Kini

Revitalisasi Kota Tua Jakarta Dimulai, Dibagi Jadi Tiga Zona

sammBy samm18 April 2026 | 19:25
Share Facebook Twitter WhatsApp Telegram Email Copy Link
Revitalisasi Kota Tua Jakarta
Revitalisasi Kota Tua Jakarta (foto: Istimewa)
Share
WhatsApp Facebook Twitter Email Copy Link

Infojelajah - Revitalisasi Kota Tua Jakarta kini memasuki babak baru demi mengembalikan marwah ibu kota sebagai pusat sejarah dan budaya yang berkelas dunia. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta berkomitmen penuh untuk memoles kawasan legendaris ini agar mampu bersaing sebagai kota global namun tetap berpijak pada akar sejarahnya yang kuat. Langkah strategis ini menjadi bagian dari visi besar Jakarta pasca-perpindahan ibu kota negara ke Nusantara.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menegaskan keseriusan pemerintah dalam mengawal proyek besar ini. Sebagai Ketua Tim Revitalisasi dan Penataan Kota Tua, ia berencana mengambil langkah ekstrem dengan memindahkan kantornya ke area tersebut. Keputusan ini diambil guna memastikan setiap tahapan pembangunan berjalan sesuai rencana dan mendapatkan pengawasan langsung dari otoritas tertinggi di tingkat provinsi.

“Kami ingin memberikan keyakinan kepada publik bahwa Pemprov DKI sangat serius membangun kawasan ini. Tim revitalisasi sudah bekerja, dan pada saat yang tepat, saya sendiri akan berkantor di Kota Tua untuk memantau progresnya secara harian,” ujar Rano Karno saat memberikan keterangan di Balai Kota Jakarta. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pengambilan keputusan di lapangan terkait kendala teknis maupun sosial yang mungkin muncul selama proses berlangsung.

Baca Juga

  • Tips Liburan Aman ke Nepal: Panduan Taklukkan Atap Dunia
  • Itinerary Malang Batu 4 Hari: Panduan Rute Viral 2026

Advertisement

Strategi Revitalisasi Kota Tua Jakarta Melalui Pembagian Zona

Dalam rencana besar ini, pemerintah tidak melakukan penataan secara serampangan. Pihak berwenang telah memetakan wilayah seluas 363 hektar tersebut ke dalam tiga zona utama yang saling terintegrasi. Pembagian ini bertujuan agar fungsi sejarah, ekonomi, dan sosial dapat berjalan beriringan tanpa saling mengganggu satu sama lain. Fokus utama pemerintah saat ini adalah mengamankan area yang paling krusial bagi pariwisata.

Revitalisasi Kota Tua Jakarta akan menitikberatkan perhatian pada zona inti yang mencakup lahan seluas kurang lebih 80 hektar. Di dalam zona inti ini, terdapat ikon-ikon sejarah yang menjadi magnet utama wisatawan, seperti Alun-alun Fatahillah dan Museum Bahari. Pemerintah ingin memastikan bahwa area ini steril dari kesemrawutan namun tetap hidup dengan aktivitas budaya yang kental.

Selain zona inti, terdapat pula zona pengembangan dan zona penunjang yang akan digarap secara bertahap. Zona pengembangan akan difungsikan untuk memperluas jangkauan wisata, sementara zona penunjang akan mengakomodasi kebutuhan infrastruktur pendukung bagi masyarakat sekitar dan pengunjung. Integrasi ketiga zona ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan di jantung Jakarta Utara dan Barat.

Baca Juga

  • Panduan Wisata Dieng 2026: Harga Tiket dan Rute Tol Terbaru
  • Daftar 103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta 2026/2027, Ini Rinciannya

Advertisement

Mengadopsi Kesuksesan Kota Lama Semarang

Demi mencapai hasil maksimal, Pemprov DKI Jakarta melibatkan jajaran pakar dan konsultan yang sebelumnya sukses mentransformasi Kota Lama di Semarang. Pengalaman para ahli tersebut sangat dibutuhkan untuk menangani bangunan-bangunan tua yang memiliki karakteristik arsitektur khusus dan tingkat kerentanan tinggi. Kolaborasi lintas ahli ini menjadi jaminan bahwa restorasi tetap menjaga nilai otentisitas bangunan bersejarah.

Pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) juga menjadi prioritas dalam agenda Revitalisasi Kota Tua Jakarta tahun ini. Pokja ini berfungsi sebagai jembatan koordinasi antar-instansi, mulai dari Dinas Kebudayaan, Dinas Perhubungan, hingga Satpol PP. Dengan adanya Pokja, hambatan birokrasi diharapkan bisa diminimalisir sehingga pengerjaan fisik di lapangan tidak mengalami penundaan yang berarti.

Selain aspek fisik bangunan, pemerintah juga menaruh perhatian besar pada tata kelola lingkungan. Masalah klasik seperti drainase dan pencahayaan kawasan akan diperbaiki secara total. Hal ini dilakukan agar Kota Tua tidak hanya indah dipandang pada siang hari, tetapi juga menjadi destinasi malam hari yang aman dan nyaman bagi keluarga maupun turis mancanegara.

Baca Juga

  • Target Penangkapan 200 Kg Ikan Sapu-Sapu Jakarta Utara, Populasi Makin Mengkhawatirkan
  • Wisata Stone Garden Padalarang: Menjelajah Dasar Laut Purba

Advertisement

Penataan PKL dan Area Parkir Jadi Prioritas Utama

Salah satu tantangan terbesar dalam setiap proyek penataan kota adalah keberadaan pedagang kaki lima (PKL) dan keterbatasan lahan parkir. Pemprov DKI Jakarta menyadari bahwa tanpa penataan PKL yang manusiawi, kawasan ini akan tetap terlihat kumuh. Oleh karena itu, pembangunan area khusus bagi pedagang menjadi salah satu poin utama dalam desain terbaru kawasan ini.

Rano Karno menjelaskan bahwa pemerintah ingin menciptakan suasana yang rapi tanpa mematikan ekonomi rakyat kecil. Pedagang akan diberikan ruang yang layak dengan standarisasi tertentu agar selaras dengan estetika kawasan sejarah. “Fasilitas parkir dan penataan PKL sangat penting. Kita ingin suasana di sini tertib, bersih, dan tidak mengganggu kenyamanan masyarakat maupun arus lalu lintas di sekitarnya,” tambahnya.

Penyediaan kantong parkir yang memadai di pinggiran zona inti juga sedang disiapkan. Tujuannya adalah mendorong konsep kawasan rendah emisi (Low Emission Zone) di dalam area utama Kota Tua. Dengan membatasi kendaraan bermotor yang masuk ke zona inti, kualitas udara dan ketenangan wisatawan saat berjalan kaki akan meningkat drastis, serupa dengan kawasan kota tua di negara-negara Eropa.

Baca Juga

  • Misteri Makam Kuno Skotlandia Terungkap Lewat DNA
  • Kuliner Sichuan Otentik di PIK: Cicipi Sate Herbal Kuan Zhai

Advertisement

Dukungan dari masyarakat luas sangat diperlukan untuk menyukseskan proyek Revitalisasi Kota Tua Jakarta ini. Pemerintah berharap kawasan ini tidak hanya menjadi objek foto semata, tetapi juga menjadi pusat edukasi sejarah bagi generasi muda. Dengan penataan yang komprehensif, Jakarta optimis dapat mensejajarkan diri dengan kota-kota bersejarah dunia lainnya yang telah lebih dulu berhasil melakukan konservasi kawasan.

Ke depan, keberhasilan Revitalisasi Kota Tua Jakarta akan menjadi tolok ukur bagi penataan kawasan bersejarah lainnya di Indonesia. Dengan komitmen kuat dari pimpinan daerah dan keterlibatan para ahli, wajah baru Kota Tua diharapkan dapat segera dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat dalam waktu dekat. Mari kita kawal bersama transformasi bersejarah ini demi masa depan pariwisata Jakarta yang lebih cerah.

Baca Juga

  • Cara Reservasi Pantai Tiga Warna Malang Terbaru April 2026
  • Wisata Pantai Teluk Asmoro: Raja Ampatnya Malang yang Eksotis

Advertisement

Kota Tua Jakarta Pariwisata Jakarta Rano Karno Revitalisasi Kawasan Wisata Sejarah
Previous ArticleDrama Korea Green Light: Choi Hyun-Wook dan Jung Chaeyeon Siap Bikin Baper
Next Article Panduan Wisata Dieng 2026: Harga Tiket dan Rute Tol Terbaru

Artikel Terkait

Wisata

Tips Liburan Aman ke Nepal: Panduan Taklukkan Atap Dunia

19 April 2026 | 07:07
Wisata

Itinerary Malang Batu 4 Hari: Panduan Rute Viral 2026

19 April 2026 | 07:00
Wisata

Panduan Wisata Dieng 2026: Harga Tiket dan Rute Tol Terbaru

19 April 2026 | 06:26
Jakarta Kini

Daftar 103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta 2026/2027, Ini Rinciannya

18 April 2026 | 17:07
Jakarta Kini

Target Penangkapan 200 Kg Ikan Sapu-Sapu Jakarta Utara, Populasi Makin Mengkhawatirkan

18 April 2026 | 09:03
Wisata

Wisata Stone Garden Padalarang: Menjelajah Dasar Laut Purba

18 April 2026 | 06:36
Advertisement
Infojelajah
TERPOPULER

Wisata Stone Garden Padalarang: Menjelajah Dasar Laut Purba

Wisata By samm18 April 2026 | 06:36

Misteri Makam Kuno Skotlandia Terungkap Lewat DNA

Wisata By samm18 April 2026 | 06:16

Kejutan Moving 2: Won Gyu-Bin Dikabarkan Jadi Kim Bong Seok

Entertainment By samm18 April 2026 | 05:54

Kuliner Sichuan Otentik di PIK: Cicipi Sate Herbal Kuan Zhai

Wisata By samm16 April 2026 | 20:15

Target Penangkapan 200 Kg Ikan Sapu-Sapu Jakarta Utara, Populasi Makin Mengkhawatirkan

Jakarta Kini By samm18 April 2026 | 09:03

Sinopsis Luka Makan Cinta Netflix: Drama Kuliner Penuh Emosi

Entertainment By samm18 April 2026 | 04:12

Daftar 103 Sekolah Swasta Gratis di Jakarta 2026/2027, Ini Rinciannya

Jakarta Kini By samm18 April 2026 | 17:07
BACA JUGA
Wisata

La Piazza Kelapa Gading Tempat Nongkrong Anak Gaul

By Info Jelajah27 Mei 2024 | 15:59

Di tengah perkembangan jaman saat ini yang semakin pesat dan kian modern, membuat banyak orang…

Pasar Tanah Abang, Cerminan Wadah Ekonomi Akar Rumput Terbesar di Asia Tenggara

4 Februari 2024 | 18:41

Event Jawa Barat April 2026: Jadwal Festival dan Lomba Lari

10 April 2026 | 02:58

Foto : Pak Agus 20 Tahun Geluti Service Koper di Pasar Antik

19 Mei 2024 | 09:55

Gudeg Pawon Yogyakarta Legendaris: Rahasia Rasa Tungku Kayu

16 April 2026 | 09:25

Wisata Stone Garden Padalarang: Menjelajah Dasar Laut Purba

18 April 2026 | 06:36
Advertisement
Infojelajah
Infojelajah.com Logo
  • Tentang Kami
  • Kebijakan Privasi
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest
© Info Jelajah 2026 | All Rights Reserved

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.