Infojelajah - Eksplorasi di kawasan Glodok, Jakarta Barat, selalu memberikan kejutan menyenangkan, terutama bagi para pecinta kuliner dan wisata sejarah. Selain dikenal sebagai area dengan bangunan tempo dulu yang ikonik, Glodok menyimpan sejuta rasa yang unik. Salah satu yang menarik perhatian saya saat berkunjung kemarin adalah keberadaan buah lontar—sebuah kudapan alami yang sudah lama masuk dalam daftar incaran kuliner saya.
Saat cuaca Jakarta sedang terik-teriknya, menemukan kesegaran alami di pinggir jalan terasa seperti menemukan oase. Di sepanjang jalan utama kawasan Glodok hingga ke arah Pancoran, Anda akan menemukan beberapa pedagang gerobakan yang menjajakan buah ini dengan tumpukan cangkang cokelatnya yang khas.
Dengan harga 25 ribu rupiah, buah lontar ini menawarkan nilai yang sangat sepadan karena kualitas dan kesegaran di setiap butirnya.
Harga Terjangkau
Satu bungkus plastik buah lontar dibanderol dengan harga yang sangat terjangkau, yaitu Rp25.000 saja. Dalam satu paket tersebut, saya mendapatkan 6 butir buah yang sudah dikupas bersih. Harga ini terasa sangat murah jika dibandingkan dengan rasa penasaran yang sudah lama tersimpan, apalagi mengingat proses pengupasannya yang cukup sulit dan membutuhkan keahlian khusus agar daging buahnya tidak hancur.
Baca Juga
Advertisement
Membeli dari pedagang lokal di sini memberikan kepuasan tersendiri. Ukuran enam butir dalam satu bungkus itu sangat pas; tidak terlalu sedikit untuk mengganjal perut, namun juga tidak berlebihan untuk dinikmati sekali makan sambil terus berjalan menyusuri lorong-lorong pecinan.
Tekstur yang Unik: Paduan Kelapa dan Kolang-Kaling
Hal pertama yang menarik perhatian adalah teksturnya. Saat dipegang, daging buah siwalan ini terasa kenyal padat namun tetap empuk. Begitu digigit, rasanya benar-benar unik—seperti perpaduan antara daging kelapa muda yang lembut dengan kenyalnya kolang-kaling.
Bagian luar buahnya berwarna putih bening dan sangat halus. Sensasi paling juara adalah ketika bagian tengah buah tergigit; terdapat air segar di dalamnya yang langsung pecah di mulut. Sensasi “meledak” (juice burst) inilah yang membuat buah lontar menjadi primadona saat dahaga menyerang di tengah panasnya Jakarta.
Baca Juga
Advertisement
Buah lontar yang dijual pedagang seharga 25 ribu rupiah ini benar-benar terasa worth it karena setiap butirnya memberikan kepuasan tersendiri.


Mengenal Lebih Dekat Buah Lontar (Siwalan)
Bagi yang belum familiar, buah lontar berasal dari pohon siwalan (Borassus flabellifer), sejenis palma yang banyak tumbuh di daerah kering. Selain rasanya yang enak, buah ini ternyata kaya akan manfaat kesehatan, antara lain:
- Hidrasi Alami: Kandungan air dan elektrolitnya sangat tinggi, baik untuk mencegah dehidrasi.
- Kaya Antioksidan: Membantu menangkal radikal bebas dan menjaga daya tahan tubuh.
- Bagus untuk Pencernaan: Tekstur seratnya yang lembut membantu melancarkan sistem pencernaan tanpa membuat perut terasa begah.
Kualitas buah yang saya temukan di Glodok ini sangat memuaskan. Dagingnya putih bersih, menandakan buah masih sangat segar. Tidak ada rasa asam sama sekali—ciri khas buah yang sudah terlalu lama disimpan atau terpapar panas berlebih. Kesegaran alami ini murni tanpa tambahan bahan pengawet atau pemanis buatan, menjadikannya pilihan camilan sehat di tengah kepungan gorengan.
Tips Nyaman Eksplorasi Kawasan Glodok
Agar pengalaman berburu kuliner di Glodok tetap asyik dan tidak menguras emosi, ada beberapa tips praktis yang bisa Anda terapkan:
Baca Juga
Advertisement
- Pilih Parkir yang Tepat: Sangat disarankan untuk memarkirkan kendaraan Anda di gedung Pasar Jaya Glodok atau Chandra Building. Hindari memarkir kendaraan di bahu jalan atau menggunakan jasa parkir liar. Selain lebih aman dan teduh, parkir di gedung membantu mengurangi kemacetan parah yang sering terjadi di kawasan Pancoran.
- Gunakan Pakaian Nyaman: Suasana Glodok cenderung panas dan padat. Gunakan pakaian berbahan katun yang menyerap keringat dan alas kaki yang nyaman untuk berjalan jauh.
- Waktu Berkunjung: Datanglah pada pagi hari sekitar pukul 09.00 atau sore hari setelah pukul 15.00 agar cuaca tidak terlalu menyengat saat Anda berjalan kaki.
- Siapkan Uang Tunai: Meski beberapa gerobak sudah mulai menyediakan QRIS, membawa uang tunai kecil sangat memudahkan saat bertransaksi cepat dengan pedagang gerobakan seperti penjual buah lontar ini.
Menikmati buah lontar sambil duduk santai menikmati suasana tempo dulu di Jakarta Barat benar-benar menjadi pengalaman yang menenangkan. Rasanya yang khas, perpaduan kenyal dan segar, memang sebuah kombinasi juara yang sulit ditemukan pada buah lain.
Kini, buah lontar resmi menjadi salah satu agenda wajib setiap kali saya berkunjung ke Glodok. Kesegaran alaminya memang tidak ada lawan, terutama jika dinikmati langsung setelah dikupas oleh pedagangnya. Jadi, jika Anda sedang jalan-jalan di daerah Glodok dan melihat pedagang gerobakan buah ini, jangan ragu untuk langsung membelinya sebelum kehabisan!
Baca Juga
Advertisement
